Kamis, 13 Desember 2012

Dampak Perkembangan Fashion





Di zaman era globalisasi ini kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari yang namanya Ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang biasa kita sebut IPTEK, mulai dari hal yang kecil sampai masalah yang paling besar semua tidak lepas dari IPTEK. Perkembangan IPTEK di dunia tidak hanya membawa dampak positif saja yang banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh manusia, namun disamping itu IPTEK juga tidak jarang menimbulkan dampak negatif yang merugikan manusia dan perlu diatur ulang untuk meminimalisir dampak negatif tersebut.
Oleh karena itu, kesadaran dan tanggungjawab kita dituntut lebih tinggi agar dampak negative dari perkembangan IPTEK itu bisa diminimalisir atau di tekan lebih sedikit. Karena dampak negative dari perkembangan IPTEK kalau tidak diminimalisir akan sangat berbahaya bagi kelangsungan makhluk hidup.
Pada kesempatan ini saya akan membuat tulisan tentang dampak dari perkembangan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi)  dalam memenuhi kebutuhan primer manusia. Kebutuhan primer manusia meliputi kebutuhan sandang atau pakaian, pangan atau makanan, dan papan atau rumah. Dan akan dikhususkan untuk membahas dampak dari perkembangan IPTEK dalam memenuhi kebutukan sandang manusia.



Sandang
Sandang adalah pakaian yang diperlukan oleh manusia sebagai mahluk berbudaya. Pada awalnya manusia memanfaatkan pakaian dari kulit kayu dan hewan yang tersedia di alam. Kemudian manusia mengembangkan teknologi pemintal kapas menjadi benang untuk ditenun menjadi bahan pakaian. Pakaian berfungsi sebagai pelindung dari panas dan dingin. Lama kelamaan fungsi pakaian berubah, yakni untuk memberi kenyamanan sesuai dengan jenis-jenis kebutuhan seperti pakaian kerja, pakaian rumah, untuk tidur dan sebagainya.


                   
               






Sejarah Perkembangan Fashion dunia 

1950
Pada tahun 1950an, tren fashion yang berkembang disebut dengan istilah Teddy boys. gaya ini muncul setelah perang yang panjang di Inggris. Sejak itu masyarakat mulai menyadari pentingnya untuk bersatu dan ingin mengurangi kesenjangan sosial. Untuk mengekspresikan hal itu, para penjahit tradisional mulai memperkenalkan jas berkancing satu, panjang dan pas di badan. Bahannya dari beludru yang diberi manset. Gaya jas ini sangat flamboyan dan elegan, sehingga di mata para pekerja pabrik persamaan derajat yang telah dijanjikan hanyalah omong kosong. Tapi kaum muda tidak menyerah, dengan kreatif mereka memadukan semangat lewat gaya baju yang elegn, efektif dan powerful. gaya tersebut mereka pakai sehari – hari dan dikenal dengan istilah teddy boys.

1960
Mode yang berkembang pada tahun 60an terkenal dengan istilah MODS. Mods berasal dari kata “Modernist”. jika di Teddy boys perbedaan kelas sangat ditonjolkan, kaum MODS mau mengekspresikan tidak adanya perbedaan kelas lewat baju yang dipakai. Akhirnya mereka memilih fashion yang minimalis. Karakter Mods untuk lelaki adalah rambut yang dipotong rapi ala anak kuliahan, kerah kemeja bundar, jaket tipe roman yang pendek dan berkancing tiga, celana yang menyempit tanpa adanya lipatan di bawahnya dan sepatu lancip. sedangkan gaya mods untuk wanita adalah ciri rambut perponi rapi, potongan bob, stocking mulus, rok yang bawahnya tidak banyak sisa, jaket blazer yang pendek dan sepatu lancip. Mods memberikan inspirasi kepada moder jazz dan penekanan arti “less is more”.

1960 – 1970an
HIPPIES
gaya ini muncul dari orang-orang yang menentang perang Vietnam Amerika. dari sinilah muncul pergerakan anti perang yang akhirnya terbentuklah komunitas hippies. cinta damai, hidup back to nature, dan sikap protes menginspirasi kehidupan HIppies. Lewat motto flower power mereka menunjukan pengaruh cara berpakaian mereka yaitu warna dan motif cerah, baju dan celana lebar. contoh artis dengan gaya HIPPIES adalah Jimmy Hendrix.

1970
Gaya yang berkembang pada tahun 70an, berawal dari MODS yang melahirkan gaya rapi, elegan dan menengah ke atas yang tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya, muncul pemberontakan lewat fashion yang menunjukkan identitas masyarakat menengah kebawah yang mayoritas para pekerja pabrik.Disinilah Fashion SKINHEADS lahir dengan gaya boots besar seperti sepatu DOc Marten’s, jeans ketat, jaket pekerja pabrik dan ciri khas kepala botak. Biasanya para penganut style ini senang kekerasan dan konflik bentuk dari sikap pemberontakan mereka.
      SKATERS
Awal tahun 1970 olahraga skating sangat digemari. para skaters biasanya memamerkan atraksinya di arena untuk bermain. Tapi lama kelamaan mereka mulai bermain di tempat umum yang mengakibatkan konflik dengan polisi. Dari sinilah skaters menjadi gaya hidup. Gaya fashion yang ditampilkan para skaters ini adalah celana gombrong, kaos dengan sablonan gambar grafis dan warna-warna yang cerah.
      NEW ROMANTIC
Inggris adalah negara tempat munculnya gaya new romantic. penganut fashion ini tidak mau disamakan dengan kaum punks karena gaya mereka adalah pemberontakan dari gaya punks. agar terlihat berbeda, mereka memberi bayangan pada pelupuk mata, ditambahkan mascara dan eyeliner yang tebal. hal ini berlaku untuk pria dan wanita. contoh artis dengan gaya new romantic adalah Fredy Mercury 

1980
      CASUAL
Casual menunjukkan kesuksesan dan kekayaan pribadi yang lahir bersamaan dengan diangkatnya Margaret Thatcher menjadi perdana menteri Inggris, sehingga banyak yang menyebut gaya ini Thatcherism. gaya casual adalah penyempurnaan gaya sportif yang menjadikannya lebih rapi dan trendi. Karakteristik casual memakai baju-baju dengan label kelas atas, contohnya Lacoste, Lois and Burberry, Adidas. Vest dan jaket track suit juga sangat digemari dan jadi khas gaya mereka.
      GRUNGE
Fashion ini adalah suatu gaya yang menampilkan kebebasan lewat pilihan baju. ciri khasnya adalah checked skirts dan sepatu boots seperti Doc Marten’s. penganut grunge wajib tampil dengan baju seadanya a tau tanpa baju atasan, dan harus dilengkapi dengan tattoo dan tindikan di alis, lidah dan hidung. selebritis dengan gaya Grunge misalnya Kurt Cobain

1990
SUPERMARKET OF STYLE
Istilah ini dibuat untuk mendeskripsikan identitas orang yang tidak loyal pada satu jenis fashion saja. penganutnya memakai semua gaya fashion dengan cara mix ‘n match. sekarang style yang mereka ciptakan bukan lagi sebagai bentuk pemberontakan, tapi sebagai alternatif atau identitas. berbeda dengan penganut fashion lainnya, pencinta Supermarket of style ini membuat style sendiri yang unik. yang jadi pilihan adalah baju yang berlapis-lapis atau bertumpuk-tumpuk. misalnya t-shirt lengan panjang ditumpuk dengan t-shirt lengan pendek ditambah bandana dengan topi. fashion ini paling banyak ditemukan di kawasan harajuku, jepang.

2000
NEW MILLENIUM
Di era ini definisi fashion adalah membaur dan menyatu. misalnya payet di baju casual, bahan-bahan kontradiktif seperti lycra yang menyelimuti tubuh dan bahan nylon atau polyester yang ditumpuk jadi satu. Artinya tidak ada lagi batasan untuk bilang bahwa suatu rancangan baju sudah sesuai dengan fashion atau tidak. designer yang berpengaruh: Issey Miyake



Berikut adalah contoh dampak dari perkembangan IPTEK dalam memenuhi kebutuhan sandang (pakaian) :
Dampak positif dari kemajuan IPTEK pada sandang antara lain:
a. Menolong manusia dalam pengadaan sandang dengan adanya mesin tekstil sehinga mempercepat proses pembuatan pakaian.
b.  Telah ditemukannya serat sintetis, baik yang membuat dari pkok-pokok kayu yang diprose secara imiawi menjadi benang (rayon), maupun dari bahan galian seperti hasil sulingan bautbara dan minyak bumi yang dapat diproses menjadi serat-serat sintetis.
c.     Dengan serat sintetis, pembuat tekstil dapat dilakukan secara besar-besaran dalam waktu yang singkat.

Dampak negatif dari kemajuan IPTEK pada sandang antara lain:

     a.       Bahan-bahan yang berupa polimer sintetis yang dalam bahasa sehari-hari dinamakan plastik,  
            kalau menjadi sampah sulit dihancurkan oleh bakteri-bakteri pembusuk
     b.      Sampah plastik apabila dibakar akan menyebabkan menipisnya lapisan ozon, namun jika tidak
           dibakar dapat mencemari tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah.

1 komentar: